Pemerintah Kota Paris dan Marseille Resmi Memboikot Siaran Langsung Piala Dunia Qatar 2022

Paris – Pemerintah kota Paris dan Marseille telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengikuti langkah Lille dan kota-kota lain yang berada di Perancis. Untuk memboikot siaran langsung Piala Dunia Qatar 2022, dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Qatar yang bertindak sebagai negara penyelenggara pagelaran akbar tersebut.

Menurut penuturan informasi yang dirilis oleh Wakil Wali Kota Paris untuk terkait bidang olahraga, Pierre Rabadan. Ibu kota Perancis secara langsung memutuskan tidak akan memasang layar lebar untuk acara nonton bareng pada pertandingan Piala Dunia 2022.

Menurut Rabadan, ada beberapa alasan yang harus dilakukan pada akhirnya mengikuti jejak Bordeaux, Strasbroug, Lille dan kota lain di Perancis. Untuk secara langsung memboikot turnamen empat tahunan tersebut.

Alasan Pemerintah Paris Memboikot Siaran

Rabadan juga mengatakan bahwa Yang pertama adalah kondisi penyelenggaraan dari Piala Dunia ini. Baik dari sisi lingkungan maupun aspek sosial, ketika pihaknya dilansir dari AFP.

Piala Dunia yang kali ini akan diadakan di musim dingin untuk negara-negara Eropa. Diperkirakan hanya akan terjadi pada edisi 2022 ini karena sebelum kemudian akan kembali diadakan di musim panas.

Rabadan juga mengatakan Model untuk acara-acara besar seperti ini bertentangan dengan apa yang ingin Paris selenggarakan. Ujarnya saat bersama di wawancari oleh beberapa media.

Sementara itu untuk kota Marseille, mereka telah mengumumkan beberapa maklumat yang akan mereka lakukan hal yang sama pada hari Senin mendatang. Yaitu akan meniadakan penayangan seluruh pertandingan Piala Dunia dalam skala besar.

Dikutip pada pernyataan Marseille. Kota tersebut akan terikat pada nilai-nilai berbagi dan solidaritas yang ada di dalam olahraga dan berkomitmen membangun kawasan yang lebih hijau.

Karena itu, Marseille memutuskan bahwa mereka tidak bisa secara langsung berkontribusi untuk mempromosikan turnamen Piala Dunia di Qatar tersebut.

Bentuk protes pada kota-kota di Perancis terhadap pelaksanaan pertandingan Piala Dunia di Qatar ini pertama kali dikemukakan oleh kota Lille.

Ini sebagai bentuk protes terhadap pelanggaran hak asasi manusia untuk para pekerja migran dan dampak terkait lingkungan. Yang akan dihasilkan pada proses persiapan Qatar menggelar Piala Dunia 2022.

Dengan cepat, kota-kota lain di Perancis juga akan mengikuti langkah Lille. Untuk secara tidak langsung memboikot siaran Piala Dunia dengan tidak menayangkannya pertandingan tersebut lewat layar lebar.

Setelah Lille, ada juga Strasbourg, Reims, Bordeaux, dan yang paling baru sekali adalah Marseille dan ibu kota Perancis, Paris, berbondong-bondong mengikuti gerakan boikot ini.